Friday, May 31, 2013

Just Old Pencils!

serenemaklong.blogspot.com 
 


SOMETHING to digest

A pencil maker told the pencil 5 important lessons just before putting it in the box:

1.) Everything you do will always leave a mark.
2.) You can always correct the mistakes you make.
3.) What is important is what is inside of you.
4.) In life, you will undergo painful sharpenings, which will only make you better.
5.) To be the best pencil, you must allow yourself to he held and guided by the hand that holds you.


We all need to be constantly sharpened. This parable may encourage you to know that you are a special person, with unique talents and abilities. Only you can fulfill the purpose which you were born to accomplish. Never allow yourself to get discouraged and think that your life is insignificant and cannot be changed and, like the pencil, always remember that the most important part of who you are, is what's inside of you.


Lillahi Taala

serenemaklong.blogspot.com



DARI Abu Hurairah Ra. Ia berkata: Bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam; "Islam mulai berkembang dalam keadaan asing. Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang-orang yang asing." (HR. Muslim)

Islam mulai tersebar di Mekkah dalam keadaan sangat asing. Sangat sedikit penganut dan pendukungnya kalau dibandingkan dengan penentangnya. Kemudian Islam tersebar ke seluruh pelosok dunia sehingga dianut oleh dua pertiga penduduk global. 

Kemudian Islam kembali asing dan dirasa ganjil dari pandangan dunia, bahkan dari pandangan orang Islam sendiri. Sebahagian dari orang Islam merasa ganjil dan aneh bila melihat orang Islam yang iltizam (komited) dengan Islam mengamalkan tuntutan Islam yang sebenar. 

Seorang yang iltizam dengan Islam dipandang dingin oleh masyarakat dan sukar diterima sebagai individu yang sihat. 

Contohnya, ketika sesuatu program kemasyarakatan sedang berlangsung, kemudian masuk waktu solat. Bila ada orang yang minta izin untuk menunaikan solat, tindakannya itu dianggap tidak sopan dan kurang wajar. 

Orang yang tidak solat sambil bersenda-gurau ketika orang lain sedang solat tidak pula dianggap sebagai perbuatan yang salah dan terkutuk.

Begitulah seterusnya nasib Islam di akhir zaman. Ia akan terasing dan tersisih dari masyarakat, bahkan tersisih dari pandangan orang Islam sendiri yang mengaku sebagai umat Islam dan marah jika dikatakan dia bukan orang Islam.

Tunjuk Langit

serenemaklong.blogspot.com



TUNJUK LANGIT or 'sky fruit' is found in dim areas around peninsular Malaysia and the South Pacific Solomon Islands. It carries the scientific name of Switenia Macrophylla and the orang asli usually call it jelai.
The tree is an evergreen perennial fruit tree, which can grow beyond 30 meters. It is a big fruit with a hard shell and thin inner layer, which grows upright on the branch side. When it is ripe and orange-yellow in colour, the fruit splits on its own, with each valve showing two rows of seeds.

Tunjuk langit was known as the “queen of plants”, for its health benefits in the Solomon Islands for generations. The local people have used it for more than a thousand years to treat diabetes, hypertension, allergic diseases (such as allergic rhinitis) and endocrine disorders.
The fruit seed has been recognised for its unique health effects. It is rich in active ingredients of ­flavonoids and saponins for anti-bacterial in­flammation, to repair tissue and promote blood circulation. It also regulates blood pressure and sugar levels.

The essential oils which are extracted from its seeds when used daily could help to reveal splendid and healthy looking skin that glows from within.

The entire plant can be used. The roots of this plant grow to 150 feet from ground surface to absorb the nutrients and water which are not contaminated.

Thus, the high content of nutrients stored in the fruit is safe to be consumed.

In recent years, the fruit has been widely accepted by medical specialists and doctors. Consumer testimonies have earned global acceptance for its core values believed to be one of the best health products in the market.

Tunjuk langit is not only pure in nature; it is also a product that promotes overall health fundamentally.

Active ingredients:
• Flavonoids (found in tongkat ali) to promote health and human well being beyond that of other nutritional supplements
• Saponins (found in ginseng) which act as soap and lubricant that helps to promote blood circulation throughout the human body.
• Alkaloids to eliminate waste chemicals through normal channels and activation of white blood cells
• Vitamins A, B1, B6, D and E
• Potassium, calcium, magnesium, sodium, iron
• Dietary fibre
• Folic acid
• Proteins and carbohydrates

The fruit splits on its own to reveal healing seeds


Health bene­fits:

Tunjuk langit is naturally alkaline and effective in protecting the body against bacteria or virus and also drowsiness and body fatigue.

Overall, the fruit has the following benefits:

• It enhances body detoxi‑fication, brainwork and sexual drive.
• It helps to treat diet induced diabetes, removing fat and plaque in the blood vessels of the pancreas and stimulating the production of insulin.
• It helps to prevent stroke and cardiovascular disease. The alkaloid content will thicken blood.
• It neutralises the other acids in body and alleviates gout.
• It strengthens the immune system, regulates immune function enhancement, is anti-bacterial, anti-inflammatory, anti-virus.
• It alleviates chronic bronchitis, asthma and coughs.
• It alleviates lack of sleep, fatigue, relieves stress, insomnia, migraine headache.
• It helps to delay of menopause and restores a healthy youthful appearance.
• It prevents erectile dysfunction with an increase of blood ­ ow in that vital area.
• It improves the digestive system (pancreas included), gastrointestinal ulcers, cirrhosis, acute and chronic hepatitis, hangover, etc.
• Its high alkaloid concentration raises body pH above 8, retarding and killing cancer cells.
• It fights diabetes, sterility, infertility, improves kidney function.
• It eliminates reactive oxygen free radicals and prevents aging considerably.
• An antipyretic, it is used to treat fever due to infection of bacteria.

Maqam

serenemaklong.blogspot.com

MAQAM bererti martabat atau kedudukan di sisi Allah. Bagi mendapatkan tempat yang tinggi ini insan mesti berusaha bersungguh-sungguh mencapainya. 

Bercakap memang senang, kerana untuk mendapatkannya sukar sekali namun tetapi tidak pula mustahil. Kita kini hidup dalam dunia akhir zaman penuh fitnah dan kemelut. Terlalu banyak cabaran yang boleh menggelincirkan. Percayalah kita boleh tersungkur, bukan sekali tetapi berkali-kali. Yang penting, niat tetap utuh. Buang sikap berputus asa jauh-jauh dari hati.

Salah satu cara ialah dengan mengamalkan wudhuk zahir dan batin. Wudhuk bukan sekadar menyucikan diri untuk bersolat. Ia adalah cara utama untuk menyucikan akhlak.    

Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk solatnya. Namun, dia selalu khuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggap lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki diri yang selalu dirasai kurang khusyuk.

Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, 'Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah cara tuan solat?'

Hatim berkata, 'Apabila masuk waktu solat, aku berwudhuk zahir dan batin.'

Isam bertanya, 'Bagaimana wudhuk zahir dan batin itu? '

Jawab Hatim,'Wudhuk zahir sebagaimana biasa iaitu membasuh semua anggota wudhuk dengan air. Wudhuk batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara:-

* Bertaubat
* Menyesali dosa yang telah dilakukan
* Tidak tergila-gilakan dunia
* Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya ' )
* Tinggalkan sifat berbangga
* Tinggalkan sifat khianat dan menipu
* Meninggalkan sifat dengki.

Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan:

Aku sedang berhadapan dengan Allah,
Syurga di sebelah kananku,
Neraka di sebelah kiriku,
Malaikat Maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian
Siratal mustaqim dan menganggap ini solatku terakhir, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.

Setiap bacaan dan doa di dalam solat, aku faham maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhuk. Aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun.`

Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibandingkan dengan Hatim.

Sabda Nabi saw, ilmu itu milik Tuhan. Barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan, InsyaAllah Tuhan akan menggandakan 10 kali kepadanya.

Wallahualam.


Thursday, May 30, 2013

Khasiat Daun Kucai

serenemaklong.blogspot.com



KUCAI memang sedap jika dimasak kacau goreng dengan udang. Ia juga mempunyai khasiat yang tinggi seperti berikut:

 ·      Mengubati sakit tekak, juga sakit perut yang ringan.
 ·      Melindungi daripada penyakit jantung, angin ahmar dan  membantu tubuh menentang bakteria penyebab penyakit. 
·      Meredakan senggugut, keputihan, darah tinggi dan sembelit. Kucai juga mampu meningkatkan kebolehan tubuh mencerna lemak.
·      Merangsang selera makan, membersihkan hidung tersumbat, mengurangkan kembung dan mencegah nafas berbau.
·      Agen antiseptik untuk membunuh bakteria jahat yang terdapat dalam usus dan menjadi perangsang dalam proses pengecutan serta pengembangan usus. 
·      Sumber vitamin C yang mampu mencegah selesema dan mempercepatkan penyembuhan dengan cara membantu tubuh mengeluarkan mukus/lendir. Ini disebabkan adanya sebatian sulfur dalam kucai yang berupa ekspektoran (perembes kahak) semulajadi.
·      Menurunkan tahap kolesterol menerusi kemampuannya  merangsang tubuh mencerna lemak.



Wednesday, May 29, 2013

Dikri

serenemaklong.blogspot.com


SESUDAH mencuba beberapa lama, akhirnya Muhammad berjaya juga mengunjungi Jerusalem, sebuah kota bersejarah. Dia segera mengangkat tangan dan memanjatkan doa, “Ya, Allah, aku bersyukur kepadaMu kerana memudahkan perjalananku.“

Mahmoud, pemandu pelancong keturunan Palestin itu tersenyum melihatnya. Dia memang akrab dengan Muhammad. Kemudian Mahmoud mengalihkan pandangannya pula kepada rombongan penganut Kristian yang turut datang dari Malaysia. Ada sedikit perasaan jengkel di hatinya.

Masakan tidak, setiap malam Mahmoud meleteri Muhammad, “Mengapa kau tak peka dengan sikap anti-Islam kumpulan Kristian dari negeri kau itu.”

Dan setiap kali itulah juga Muhammad hanya menjawab,“ Alah, sikap anti-Islam ada di mana-mana. Biarkan sajalah.” Muhammad lebih suka berbaik sangka dari memikirkan perkara yang buruk.

Namun Mahmoud tidak sependapat dengannya. Memang berbaik sangka itu sangat dianjurkan oleh agama Islam. Pun begitu, tidak ada salahnya jika bersikap berhati-hati.

Pada hari terakhir lawatan, Muhammad harus pulang ke Jordan dengan menaiki bas. Dia menuju ke satu tempat duduk. Dilihatnya  segulung kertas terselit di atas tempat duduk berhampiran tingkap. Perlahan-lahan gulungan kertas itu dibuka. Hatinya berderau, tangannya menggigil.

“Allahu Akbar!!!” terpacul dari bibirnya. “Memang Engkau mentakdirkan aku yang jumpa benda ini.”

Tanpa pengetahuan Muhammad, sebelum dia menaiki bas itu, penumpang terdahulu yang menaikinya ialah ahli rombongan Kristian dari Malaysia tersebut. Mungkin salah seorang jemaahnya tercicirkan dikri 8 muka surat itu di situ.   

Dikri itu mengandungi perkara-perkara yang patut dilakukan untuk memurtadkan umat Islam di Malaysia. Bila sudah murtad, mereka boleh dikristiankan atau diajak mengamalkan fahaman pluralisme.
Kini baru Muhammad faham mengapa Mahmoud beria-ia meminta dia bersikap sensitif dengan gerakan anti Islam dari Malaysia ini.

Muhammad membawa dikri itu pulang ke Malaysia dan mempamerkannya di blog. Pendedahan itu membawa berbagai reaksi dari para pengunjung.

“Awak sengaja mengada-adakan cerita itu untuk menyakitkan hati orang,” seorang pengunjung marah-marah.

Kecaman demi kecaman membuatkan Muhammad memadam sahaja posting itu. “Ya, Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui. Selamatkanlah negaraku daripada dilanda sebarang kekacauan yang akan membolehkan musuh paling dilaknati dalam Al Quran menjajah tanahairku melalui proksi,” doa Muhammad pada setiap waktu solat wajib dan sunat.    

Disember 2012, Gereja Malaysia membuat permohonan hendak menggunakan nama “Allah” sebagai ganti “God” dalam bible versi Bahasa Melayu. Keadaan dalam negara riuh rendah dengan pendapat pro dan kontra. Masing-masing mengajukan hujah.

Beberapa bulan kemudian, ketika mengemaskini status di Muka Buku, Muhammad terlihat posting seorang sahabat yang menunjukkan video YouTube penganut Gereja Roti Hidup, Jerusalem berdoa memohon supaya Tuhan mereka memberi kemenangan kepada pihak yang ingin menubuhkan Bangsa Negara Pelangi dan mengadakan hubungan diplomatik dengan Jerusalem.

Muhammad hanya mengucapkan, “Hasbiallahu wanikmal wakil”.  
Allah Maha Mengetahui di atas segala sesuatu. Betapa hebat pun perancangan manusia, hebat lagi rancangan Allah ke atas hamba-hambaNya. 

Moral cerita:

Jika benar-benar mengaku hambaNya, tauhidkan Allah SWT di dalam hati. Dalam apa jua tindakan, ambillah pendekatan solat Istikharah. Semoga Dia memberikan keputusan yang diRedhaiNya, bukan keputusan sendiri yang tidak mampu menyelam segala yang tersirat.

“Apabila dikatakan kepada mereka: “Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah beriman”, mereka menjawab: “Akan berimankah kami sebagaimana orang-orang yang bodoh itu telah beriman?” Ingatlah sesungguhnya merekalah orang yang bodoh, tetapi mereka tidak tahu – Al Baqarah ayat 13.

“…dan mereka mengatakan: “Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali.” – Al Baqarah 285.

“…Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami terlupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” – Al Baqarah 286.

Aamiin…Aamiin…Aamiin.


   

Qazaf

serenemaklong.blogspot.com




KELUARGA dan rakan memang tahu Fulanah mengalami ketagihan seks yang teruk. Dia tidak pernah menolak pelawaan mana-mana lelaki yang ingin menidurinya. Bila dinasihatkan supaya menjalani rawatan, dia hanya buat dengar tak dengar saja. Sikap itu berterusan sehingga saat nyawanya dicabut Malaikat Maut.

Tugas memandikan jenazahnya terpikul di bahu Filani. Ketika sedang menjalankan kerja itu, tiba-tiba dia menjerit, “Tolong, tolong!”

Semua yang hadir di situ terkejut. Masing-masing bertanya, “Kenapa Filani?”

“Tangan saya terlekat di kemaluan arwah ini!!!”

“Tarik sajalah.”

Filani cuba menarik tangannya berkali-kali tetapi gagal. Semua yang hadir mati akal untuk menolongnya.

Suatu suara sumbang memberi cadangan, “Potong saja tangan di Filani, kalau tak boleh juga, kebumikan mereka berdua sekali gus!”

“Isy…apa yang kau mengarut ni! Macam inilah, apa kata kalau kita minta pendapat Imam Malik. Kita memang tahu Imam itu sangat berhati-hati dan sensitif dalam isu agama.”

“Setuju!!!” jawab hadirin. Lalu Imam Malik pun diminta datang ke tempat itu.

Imam Malik memandang Filani sambil bertanya, “Ada tak kamu berkata apa-apa kepada arwah semasa memandikannya?”

"Ada. Saya kata: dah berapa kalilah tubuh ini melakukan zina," jawab Filani.

Imam Malik menjawab, "Kamu telah menjatuhkan Qazaf (tuduhan zina) kepada dia, sedangkan kamu tak bawa 4 orang saksi. Sebab itu kamu harus menjalani hukuman hudud 80 kali sebatan."

Selepas menjalani hukuman 80 sebatan, terlepaslah tangan Filani dari jenazah Fulanah.

Moral cerita:
Sentiasa jaga lidah, jangan sembarangan membuat fitnah atau bersangka buruk. Kuasa Allah mengatasi segala-galanya.

 

Disangka Orang Gila

serenemaklong.blogspot.com

                                             Gambar hanya hiasan


JAM menunjukkan pukul 10.30 pagi. Perut Shamsul menyanyi lagu  keroncong lantaran malam tadi dia tidak menjamah apa-apa. Dek terlalu letih dia terus saja masuk tidur.

Dia singgah sarapan di sebuah bazar sementara menunggu temuduga di sebuah stesen minyak. Sekarang ini dia tidak memilih lagi, bersedia menerima apa sahaja kerja asalkan anak isteri tidak kebuluran. Lagipun tidak banyak lagi kerja yang memerlukan ijazah seperti yang dimilikinya.

Ketika sedang menyuap makanan, Shamsul terpandang seorang lelaki tua yang "lusuh " karekternya…bau busuk, baju koyak, kain pelikat singkat, kaki tidak bekasut, tetapi berkopiah. Dia duduk bersandar di tiang bazar dekat dengan kerusi Shamsul.

Terdetik dalam hati, “Adakah pakcik ini lapar. Orang gila yang lapar pun manusia juga". Shamsul terus memesan sebungkus lagi nasi. Pesanan segera sampai ke meja lalu diberikannya bungkusan itu kepada pakcik tadi.

Tuan kedai terkejut dan mengangkat tangan melambai seolah-olah memanggil. Shamsul memberi isyarat balas supaya dia tunggu sebentar.

Pakcik tadi merenung Shamsul dan berkata, "Pakcik dah makan. Terima kasih, nak."

Shamsul bangun dengan rasa kecewa kerana pesanannya tidak dijamah oleh pakcik itu lalu dia pergi kepada tuan kedai yang memanggilnya.

“Kenapa, Pakcik?"

Jelas tuan kedai, “Jangan bagi dan suruh dia makan di sini. Nanti pelanggan lain lari.”

Hati Shamsul tersentap dan menjawab dengan spontan, "Jika orang itu ayah kandung pakcik, adakah pakcik nak halau dia?"

Tuan kedai diam.

“Tak apa, pakcik, saya akan bayar ansuran kalau pakcik rugi hari ni. Cuma satu saja saya nak tanya, betulkah pakcik tadi tu sudah makan?”

Jawab tuan kedai, “Rasanya belum. Dari mula pakcik buka kedai pukul 6.30 tadi, pakcik berkopiah cuma duduk dekat tiang itulah”.

Hati kecil Shamsul berkata: "Tak pernah aku jumpa pakcik gila semulia ini. Tidak mengemis, tidak pula meminta." Shamsul pergi semula kepada pakcik berkopiah. "Pakcik, sunyilah makan sorang-sorang. Pakcik temankan saya makan, jom."

Pakcik itu akur dengan kesungguhan Shamsul. Ramai pelanggan lain  beralih meja kerana tidak tahan dengan baunya. Shamsul hanya menahan hidung kerana tidak mahu melukakan hati orang tua yang tidak dikenalinya itu. Lega tengok pakcik itu makan dengan sangat sopan. Shamsul melontarkan beberapa soalan kepadanya.

“Pakcik dari mana, tinggal di mana?”

Dia menjawab, “Pakcik merantau cari redha Allah.”

Shamsul terkejut. Dalam hatinya sudah syak yang bukan-bukan.”Wali Allahkah dia ini?”

“Mana keluarga pakcik?”

“Pakcik dibuang keluarga kerana sekeping geran tanah”.

“Kenapa, pakcik? Apa masalahnya?”

“Pakcik sedekahkan geran itu untuk seseorang bangunkan pondok mengaji. Keluarga pakcik marah, langsung terus buang pakcik”. 

“Pakcik tinggal di mana?” Dia diam. 

Masa terlalu singkat untuk Shamsul menyambung cerita kerana sebentar lagi dia harus menghadiri temuduga. Dipanggilnya tuan kedai supaya mengira. Jumlah semuanya RM 11.60. Shamsul membuka dompet. Aduh, hanya ada RM 5.00!!! Macam mana ni?  

Pakcik berkopiah melihat riak wajah Shamsul yang seolah-olah sedang dalam kesulitan. Pakcik itu mencelah, “Nak, ambil duit ni, Pakcik bayarkan”.

Dia mengeluarkan suatu sampul yang dijadikan seperti  dompet. Shamsul terpandang di dalamnya ada duit beratus ringgit setebal setengah inci, sekeping kad BSN dan kad pengenalan lama. Rupa-rupanya dia bekas tentera laut.

Tidak lama kemudian semua pelanggan dalam kedai  kehairanan bila tuan kedai mengumumkan bil makanan mereka semua sudah dibayarkan oleh pakcik berkopiah. Mereka semua memandang Shamsul dan pakcik berkopiah.

Dengan tiba-tiba pakcik berkopiah mengangkat tangan dan berdoa dengan suara yang sederhana kuat. Shamsul turut mengangkat tangan. Shamsul terharu mendengar suara "Aamiin." yang ramai. Bila Shamsul menoleh ke belakang, seluruh pelanggan dan tuan kedai mengangkat tangan bersama pakcik berkopiah. Ada yang bangun mendekati mereka berdua untuk berdoa dekat dengannya.

Shamsul rasa sangat terharu dengan keperibadian orang yang disangkanya gila itu. Rupa-rupanya dia itu guru agama!!! Ada yang menangis kerana doa yang cukup mengharukan.

Selesai berdoa, Shamsul bersalam dengan pakcik tadi dan mengucapkan terima kasih dengan harapan dapat berjumpa lagi. Dia  terus berjalan ke motosikal. Dia menoleh ke belakang seketika, semakin ramai yang mengerumuni pakcik tadi. Shamsul senyum tanda puas kerana orang di sekeliling mula berubah sikap dan mendekati pakcik.

Shamsul membuka semula dompet kerana kunci motosikalnya disimpan di situ. Dia terkejut bila melihat 2 keping duit seratus ringgit dan satu nota kecil bertulis: "Ambil duit ini buat beli susu anak dan buah delima untuk orang rumah yang sedang mengidam." 

Shamsul terkedu dan terus memandang ke arah tempat pakcik tadi. Beliau sudah tiada di situ. Shamsul terus memakai topi keledar dan menutup pemuka topi.

Dia menangis terharu dan rasa sangat bersyukur. "Bagaimana pakcik tahu aku dalam kesusahan? Ya Allah, Kau peliharakanlah pakcik itu."

Moral Cerita: 
Penampilan tidak  mencerminkan hati. Orang berpakaian buruk tidak harus dilabel dengan macam-macam gelaran dan dilemparkan dengan pandangan yang menghina. Mungkin dia seorang tabligh yang benar-benar mencari redha Allah.

Yang tampil bergaya kemas dan berkereta mewah itu mungkin saja anggota kongsi gelap yang menjalankan segala macam kerja maksiat.  




Tudung Syariat

serenemaklong.blogspot.com



PADA suatu petang:

Rokiah melihat anak bongsunya, Amira berlalu di depannya, lalu dia segera menegur, “Nak ke mana tu? Baju ketat terbonjol sana sini. Kalau nak keluar pun tak bolehkah pakai baju muslimah yang mak belikan tu? Rambut pulak terdedah. Bilalah kau nak menutup aurat? Pakaian macam ni berdosa, tau?” 

“Alah, mak ni kolotlah. Masa mudalah untuk enjoy. Bila dah tua sikit macam Kak Salimah tu nanti, barulah Mira tutup aurat, “jawab Amira lalu cepat-cepat keluar dari pintu.

Rokiah hanya mampu menggeleng kepala, dia sudah buntu untuk menasihati Amira.

Dua hari kemudian:

Amira duduk di atas katilnya dalam bilik tidur yang dikongsi dengan Salimah. Dia sibuk melayan game dalam telefon bimbitnya.

Salimah pula berada di meja tulis dengan sebuah majalah berunsur keagamaan di depannya. Sengaja dia membacanya kuat-kuat supaya didengari oleh Amira.   

Firman Allah:

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan lelaki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan.
Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(24:31)

Salimah menjeling ke arah Amira yang bersikap acuh tak acuh. Salimah tidak putus asa. Dia terus juga bercakap.

“Keindahan dan kecantikan itu Allah yang punya. Bila Dia berkehendak, dan kepada siapa yang hendak diberikan, itu hak Dia. Jangan kau tak tahu, kecantikan sejati itu datang dari lubuk hati. “

Amira masih membatu, namun Salimah tahu dia mendengar kata-katanya itu.

“Allah menjadikan seluruh tubuh wanita itu perhiasan dari hujung rambut hingga ke hujung kaki. Semua dari tubuh wanita yang terlihat oleh bukan muhrim akan disoal di hadapan Allah nanti. “

“Memanglah tudung itu cuma sehelai kain, tetapi hakikat di sebalik tudung itu sendiri yang mesti difahami. Tudung itu pelindung zahir batin, lindungi mata daripada memandang yang bukan muhrim, lidah daripada  mengumpat, bercakap perkara yang sia-sia.“

“Sentiasa berzikir kepada Allah, lindungi telinga daripada mendengar perkara yang membawa mudarat kepada diri dan juga masyarakat, lindungi hidung dari mencium segala yang berbau busuk, melindungi tangan dari membuat perkara tidak senonoh, lindungi kaki dari melangkah menuju maksiat, melindungi fikiran dari berfikir perkara yang mengundang syaitan untuk memperdaya nafsu, lindungi hati dari sesuatu selain Allah. Bila sudah biasa bertudung, ia akan menyinari hati
pemakainya.“

Kalau sejak tadi Amira hanya membisu, kali ini dia mengangkat kepala dan memandang tepat ke arah kakaknya. Salimah hanya tersenyum. Dalam hatinya berkata: In Sha Allah, mungkin hari ini nasihat ini  akan berbekas di hati Amira.

“Bila wanita memakai tudung yang menepati syariat, itulah kurniaan dan rahmat yang datang dari Allah. Bila rahmat itu disyukuri, wanita akan diberi kekuatan untuk melaksanakan amalan-amalan 'tudung' lain sehingga mencapai kesempurnaan yang  Allah kehendaki.“

“Satu hari nanti seluruh umat manusia akan dibangkitkan. Bila ditiup sangkakala yang kedua, roh-roh manusia yang bertebaran seperti anai-anai dikumpulkan di sebuah padang luas tanpa batasan, tanahnya daripada logam panas, tak ada rumput ataupun tumbuhan. Tujuh matahari didekatkan di atas kepala manusia tetapi keadaan gelap gelita. “

“Seluruh manusia menjadi takut. Ibu tak pedulikan anak, dan anak tak pedulikan ibu. Saudara-mara  saling tidak kenal. Antara satu sama lain boleh menjadi musuh kerana satu kebaikan lebih berharga dari segala yang ada di alam ini. “

Ada air tergenang di mata Amira. Timbul rasa kecut di hatinya. Salimah sengaja buat-buat tidak nampak dan terus bercakap.  

“Manusia berbaris panjang dan masing-masing hanya fikirkan nasib sendiri. Tubuh manusia itu berpeluh kerana rasa takut yang luar biasa hingga ada yang berenang dalam peluh sendiri. “

Bentuk manusia itu bergantung kepada amalannya. Kalau semasa hidup dulu dia boleh melihat tapi bila dibangkitkan dia jadi buta, ada yang berbentuk seperti binatang, juga yang berbentuk seperti syaitan.

Semuanya menangis kerana hari itu Allah murka. Belum pernah Allah murka sebelum dan sesudah hari itu. Allah biarkan manusia di padang mahsyar yang panas membara hingga sampai ke Timbangan Mizan. Hari itu dipanggil Hari Hisab.

Kalau kita tak beramal semasa masih hidup pada hari ini, entah dengan apa nanti kita hendak jawab bila ditanya oleh Allah nanti.

Buta, tuli dan bisu – itulah wanita yang tak mahu  melihat lelaki selain muhrimnya, tak mahu mendengar perkara yang menyebabkan Allah murka, tak mahu mengucapkan segala yang berdosa dan sia-sia.


Tiba-tiba Amira meluru ke arah Salimah lalu memeluknya erat sambil menangis tersedu-sedu. Ketika itu bibir Salimah mengucapkan perlahan, “Alhamdulillah!!!“     

Monday, May 27, 2013

Penyingkir Toksin

serenemaklong.blogspot.com



BAHAN-BAHAN:
1 biji epal
Daun salderi

1. Kisarkan epal hijau dengan daun salderi.
2. Amalkan meminum jus ini setiap pagi sebelum mula sarapan.

NOTA: Ia dapat membersihkan saluran usus serta membuang toksik dengan pantas menerusi sistem pencernaan. Zat masam epal hijau merupakan pembersih tubuh yang sangat baik. Juga sesuai bagi mereka yang mempunyai masalah sembelit atau penghadaman

Kesan Minuman Berais

serenemaklong.blogspot.com




MINUMAN berais memang sedap diminum selepas makan. Masalahnya, AIS membekukan minyak yang ada dalam makanan yang baru kita makan dan  memperlahankan penghadaman.

Bila lemak terbentuk di dalam usus, ia menyempitkan banyak saluran dan lama kelamaan akan menyebabkan lemak berkumpul dan kita semakin gemuk dan menuju ke arah pelbagai penyakit.


Jalan terbaik ialah minum sup panas atau air panas/suam selepas makan.

Nota penting tentang SERANGAN JANTUNG.

Anda patut tahu bahawa bukan semua tanda serangan jantung akan mula terasa pada tangan sebelah kiri.

Berhati-hati juga pada permulaan sakit sedikit-sedikit pada bahagian atas dada. Anda mungkin tidak akan mengalami sakit dada pada serangan pertama serangan jantung.

Keletihan dan berpeluh adalah tanda-tanda biasa. Malah 60% penghidap sakit jantung tidak bangun selepas tidur. Oleh itu berwaspadalah.

Sunday, May 26, 2013

Tamak Kuasa - Jual Negara dan Agama

serenemaklong.blogspot.com

 


 
(Luahan hati seorang negarawan, Tun Dr Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia)

SAYA sedih. Bukanlah saya berharap kesedihan saya akan menarik simpati sesiapa. Hanya saya ingin menyatakan perasaan saya - perasaan apabila melihat kaum bangsa saya, orang Melayu, begitu sekali tidak tahu bersyukur, begitu sekali mudah lupa, begitu sekali mudah dipengaruhi dan diperalat oleh orang lain sehingga sanggup memburukkan bangsa sendiri.

Bagi generasi yang dilahirkan selepas merdeka tentulah mereka tidak merasai sendiri kehinaan yang dialami oleh orang Melayu semasa mereka dijajah dahulu. Tetapi takkanlah mereka tidak baca sejarah bangsa mereka.
Jika mereka sudah lupa, jika mereka tidak dapat memahami pahit maung, pedih perit bangsa yang dijajah, izinkan saya yang biasa dengan tiga penjajahan bercerita sedikit berkenaan orang Melayu semasa dijajah.

Rata-rata mereka miskin, tidak berilmu pengetahuan, tidak memiliki apa-apa kecekapan, tidak terdaya mempertahan negeri-negeri mereka. Mereka terpaksa bertuankan orang putih Inggeris yang mereka terima sebagai Tuan mereka di negeri mereka sendiri. Mereka bukan tuan rumah. Mereka sebenarnya hamba rumah yang diduduki orang lain.

Orang putih, secara terbuka menyatakan orang Melayu  bodoh dan malas, tidak mampu menyumbang apa-apa kepada pembangunan negeri-negeri mereka. Mereka hanya layak jadi pemandu kereta dan orderly atau budak pejabat atau kerani. Mereka dianggap tidak berkebolehan melaksanakan apa-apa kerja yang dipertanggungjawabkan kepada mereka. Orang asing dari India dan Cina perlu dibawa masuk untuk mengatasi masalah Melayu malas dan tidak cekap.

Datang Jepun. Orang Melayu hilang jawatan perkeranian dan jawatan-jawatan rendah yang lain. Mereka terpaksa jadi penjual pisang di tepi jalan - kais pagi makan pagi, kais petang makan petang.

Jika tidak tunduk serendah mungkin apabila lalu di hadapan askar Jepun, mereka dipaksa tatang ketulan batu yang besar sehingga mereka pening dan jatuh. Mereka diarah panjat pohon kelapa untuk dapat buah kelapa bagi askar Jepun. Jika gagal mereka ditempeleng dan terbongkok-bongkok meminta maaf daripada askar Jepun.

Tanpa bertanya sedikitpun akan pandangan orang Melayu sebagai pemilik negeri-negeri Melayu, Jepun menghadiahkan empat buah negeri Melayu, iaitu Kedah, Perlis, Kelantan dan Terengganu kepada Siam, kerana membalas budi Siam.

Di bawah pemerintahan Siam, orang Melayu diarah supaya menghormati lagu kebangsaan Siam dan bendera Siam. Saya lihat sendiri seorang orang tua Melayu yang tidak turun basikalnya semasa lagu kebangsaan Siam dimainkan, ditendang di kepala oleh askar Siam apabila lagu berhenti dan ia jatuh terlentang di atas jalan. Saya dan beberapa Melayu lain tidak berani menolong orang tua yang telah jatuh. Kami bangsa yang dijajah dan boleh ditendang oleh sesiapa yang menjajah bangsa kami. Jangan siapa tolong.

Kemudian, British kembali dan raja-raja Melayu diugut akan diturunkan dari takhta mereka jika tidak tandatangan perjanjian Mac Michael supaya negeri-negeri Melayu diserah secara langsung kepada British. Dan raja Melayu pun tandatangan dan diturunkan pangkat kepada kadi besar negeri mereka.

Cadangan Malayan Union British bertujuan menamatkan negeri-negeri Melayu sebagai Tanah Melayu, milik orang Melayu. Ia akan jadi milik siapa sahaja yang mendapat taraf rakyat Malayan Union milik British.

Dalam keadaan orang Melayu begitu miskin, daif dan tidak berilmu pengetahuan, tidak memiliki apa-apa kecekapan, tidak mempunyai senjata, tidak tahu berniaga, sudah tentu mereka akan menjadi kuli dan hamba kepada orang lain yang lebih pintar, lebih cekap dan lebih kaya daripada mereka. Sudah tentu tidak akan ada Tanah Melayu, tanah tumpah darahnya orang Melayu. Mereka akan jadi bangsa yang tidak bernegara, tidak bertanahair. Tidak ada masa depan bagi mereka.

Alhamdulillah. Di saat itu mereka tiba-tiba sedar. Berkat beberapa kerat di antara mereka yang terpelajar yang tahu akan malapetaka yang menanti bangsa mereka, mereka ketepikan sikap kenegerian mereka dan kesetiaan kepada raja masing-masing atau kepada keturunan mereka. Mereka bersatu dan bangun menentang rancangan Malayan Union British. Perpaduan Melayu yang tumpat ini, pendirian mereka yang tidak berbelah-bahagi berkenaan penolakan Malayan Union memaksa British menggugurkan rancangan mereka dan kembalikan negeri-negeri Melayu bersama Pulau Pinang dan Melaka yang dimiliki British kepada orang Melayu. Maka terselamatlah orang Melayu dan negeri mereka.

Malangnya sekembalinya sahaja Semenanjung Tanah Melayu ke tangan orang Melayu, maka bermulalah rebutan untuk nikmat yang datang dengan pemerintahan sendiri, khususnya untuk menjadi ahli dalam dewan-dewan negeri dan dewan undangan Persekutuan. Keahlian ini menjanjikan pangkat, elaun dan lain-lain kemudahan.
Untuk bekerja sebagai budak pejabat memerlukan kelulusan tertentu. Tetapi untuk menjadi Yang Berhormat, menteri, bahkan Perdana Menteri tidak memerlukan apa-apa sijil atau kelulusan.

Yang kecewa, yang tidak dapat nikmat yang dikejar lupa akan nikmat perpaduan dan mereka tinggalkan UMNO untuk tubuh kesatuan mereka sendiri. Dengan ini mereka akan dapat dicalon oleh parti mereka untuk bertanding dalam pilihan raya yang akan datang.

Kumpulan pertama yang menubuh parti serpihan terdiri daripada ulama dalam UMNO yang kecewa kerana permintaan mereka supaya 10 daripada mereka dicalonkan oleh Tunku Abdul Rahman ditolak olehnya dan hanya satu sahaja yang diberi kepada kumpulan ini.

Tetapi Tuhan Maha Kaya. Rata-rata orang Melayu terus menyokong UMNO yang mana ini memberi kemenangan kepada UMNO dan rakan-rakannya. Demikianlah besarnya sokongan ini sehingga British terpaksa serah kuasa kepada Perikatan ciptaan UMNO. Jika Parti Islam mendapat lebih daripada satu kerusi, nescaya kemerdekaan tidak tercapai pada 1957.

Tanpa merampas hak orang lain, pemerintahan yang bertunggak kepada Melayu berjaya membangunkan negara dan memberi kepada bangsa Melayu dan bumiputera lain pelajaran, latihan dan peluang yang tidak pernah dinikmati oleh mereka semasa dijajah.Berkat semua ini maka terpulihlah maruah bangsa Melayu. Alhamdulillah.

Ramalan bahawa pemerintahan yang dipimpin Melayu ini akan merampas hak dan harta kaum lain tidak menjadi kenyataan. Sebaliknya pimpinan yang diterajui Melayu berjaya memajukan negara sehingga dikagumi dunia.

Semua ini terang dan nyata. Dunia akui kebolehan orang Melayu yang memimpin Malaysia. Tetapi mereka belum sampai ke tahap bersaing dengan kaum lain terutama dalam bidang perniagaan dan perusahaan.

Malangnya kejayaan yang sedikit ini telah menjadikan mereka bongkak dan tamak. Rebutan kuasa antara mereka terus berlaku dan rebutan yang berpunca kepada ketamakan individu tertentu menyebabkan perpecahan dan serpihan daripada parti utama mereka.

Mereka yang kecewa kerana gagal merebut tempat menghasut ahli-ahli dan pemimpin kerdil untuk menyertai mereka, untuk menjayakan hasrat sempit mereka merebut kuasa, terutama untuk menjadi Perdana Menteri. Untuk ini mereka membohong, menyalahtafsir agama, menyokong orang lain yang tidak suka melihat orang Melayu meraih walaupun sedikit kekayaan, kedudukan dan nikmat yang terdapat di negara ini.

Hasilnya ialah perpaduan Melayu diganti dengan perpecahan. Orang Melayu yang dahulu digeruni oleh British kerana kukuhnya perpaduan mereka, sekarang berpecah kepada tiga kumpulan kecil yang terpaksa mengemis untuk mendapat sokongan orang lain termasuk mereka yang menentang segala usaha untuk mengimbangkan kedudukan orang Melayu dengan kaum-kaum lain.

Sokongan orang lain ini tidak diberi secara percuma. Jika mana-mana daripada parti Melayu ini memenangi pilihan raya dan mendirikan Kerajaan, tidak dapat tidak Kerajaan ini akan terpaksa mengikuti telunjuk orang lain. Melayu tidak lagi akan menjadi tunggak kepada pemerintahan negara yang mereka rela berkongsi dengan orang lain. Mereka akan jadi puak minoriti dalam pakatan yang mereka sertai. Inilah yang akan terjadi hasil perpecahan orang Melayu.

Siapakah yang membawa malapetaka ini. Tidak lain tidak bukan malapetaka ini dibawa oleh orang Melayu sendiri - orang Melayu yang tamak, orang Melayu yang kurang pintar, orang Melayu yang mudah dipengaruhi nafsu, yang mudah dikuasai oleh perasaan benci apabila dihasut.
Orang Melayu sudah lupa akan betapa hinanya mereka semasa dijajah dahulu. Mereka tidak pun mengakui akan nikmat yang banyak yang dinikmati oleh mereka setelah merdeka dan mereka menerajui Kerajaan - Kerajaan Malaysia merdeka.

Oleh kerana lupa dan tidak bersyukur, mereka rela supaya perpaduan yang memberi kekuatan kepada mereka dimusnahkan. Mereka sanggup dipecah dan dipisah daripada kuasa yang sedikit yang ada pada mereka.

Sebab inilah yang saya sedih. Bangsa saya jelas tidak dapat menangani kejayaan. Bangsa saya mudah lupa. Bangsa saya tidak tahu bersyukur. Bangsa saya tidak tahu mengambil iktibar daripada nasib yang menimpa kaum sebangsa yang hari ini tinggal di wilayah yang dikuasai orang lain.

Jangan bersedih dan bersimpati dengan saya. Bersimpatilah dan bersedihlah dengan diri sendiri, dengan anak cucu yang akan mengalami masa depan yang gelap kerana kita tamak dan begitu benci kepada bangsa dan pemerintahan oleh kita sendiri.

(Sumber: Utusan Malaysia)



Post Crash Composure

serenemaklong.blogspot.com


Auto accidents can be frightening experience. The key is to stay calm, to contact the police and collect the appropriate information from the other drivers involved in the accident so that your claim can be resolved efficiently and effectively.

Screeching tyres. A thunderous crash. Shattering glass. If you have ever been involved in an auto accident, these sounds may be all too familiar. You may also remember feeling angry, panic-stricken and uncertain of what to do afterwards.

It’s always best to be prepared. One in every eight drivers will have a car crash this year, according to the National Safety Council. If you are one of those unlucky drivers, keeping your composure by taking these simple steps post-accident can prevent additional injuries, reduce costs and expedite vehicle repairs.

Pull over. Pull your vehicle off the road and make sure it is out of harm’s way.

Check for injuries. Check if anyone is injured. If so, call 999.

Call the police. No matter how minor the accident, make sure you call the police to report the accident. Call the PLUS Helpline as well if you are on the North-South Expressway.

Exchange insurance info. Record the phone number and address of all drivers involved. Record the license plate number, insurance ID, make the model of every car involved. Don’t discuss who is at fault. Leave that to the investigators.

Record details. Immediately record the details of the accidents including the date, time, location and weather conditions. Take photos of your vehicle and the accident scene from every angle.

Talk to witnesses. If you notice any witnesses, take down their names and phone numbers.

Make a police report. After the police have completed the accident report, ask for a copy.


Call your insurance company. Do it as soon as possible or during the next working day.