Thursday, September 6, 2018

Rusuk Yang Tercipta



Bukan dari kepala dia dicipta, agar tak merasa lebih dari lelaki. Bukan pula dari kaki dia dibuat, agar tak dianggap rendah oleh lelaki. Tapi asalnya dari rusuk agar setara dengan lelaki

Lelaki dilebihkan dalam hal-hal tertentu, sebagaimana wanita pun dilebihkan dalam hal-hal tertentu. Namun dalam penyembahan kepada Allah keduanya sama saja

Lelaki diberikan amanah tambahan dalam kepemimpinannya bagi wanita, bukan menandakan dia lebih tinggi nilainya, hanya pembahagian tugas yang Allah berikan semata

Ibarat lelaki itu kepala negara, maka wanita adalah kepala pemerintahan. Lelaki yang menentukan kebijakan, pasti perlu wanita yang menerapkan tekniknya, melaksanakannya.

Maka Islam tak pernah menganggap wanita lebih rendah dari lelaki, bilapun ada perbezaan fungsi, itu lebih kepada fitrah yang Allah tugaskan pada masing-masing saja

Bila lelaki punya kekuatan dalam ketegasan, maka kelembutan wanita adalah kekuatannya. Bila lelaki mudah untuk memutuskan, maka kekuatan wanita adalah pertimbangannya

Begitulah rumah tangga dibangun, yakni ketika lelaki dan wanita sama-sama memahami fitrah yang Allah berikan, lalu ikhlas berjuang di dalam keahlian yang Allah titipkan

Takkan merasa tenang wanita tanpa kehadiran lelaki, sebaliknya pun juga begitu. Maka Allah pasang-pasangkan mereka untuk mencapai tujuan penciptaannya, yakni ibadah

Maka bila engkau suami, janganlah engkau pandang isterimu sebagai pelayanmu, melainkan engkaulah pelayannya. Bila engkau isteri, maka layani suamimu sebaik-baiknya

Itulah sebab dalam Islam, Allah menuntut suami untuk menjadi yang paling baik bagi isterinya, dan bagi isteri jadilah setunduk mungkin pada suaminya, bukan sebaliknya

Rumah tangga akan aman bila suami mengambil dalil baginya, dan isteri mengambil dalil baginya. Bukan menuntut yang lain tapi menuntut diri sendiri untuk taat dulu pada Allah

Bila Allah menjadi penengah, bila Allah jadi standard, maka isterimu adalah kedamaian bagimu, maka suamimu adalah ketenangan bagimu.



[Sumber FB Mhhammad Nuri Ansyaah]




No comments:

Post a Comment